Monday, September 29, 2008

Rencana Besar

Bedug maghrib tiba
menjemput perut yang lama berbunyi
perih, adzan segera bersahut-sahutan
kemudian batalkan ibadah menahan lapar
menuju ibadah malam yang panjang
hingga esok shubuh
--
sidang dibuka
seperti dalam rapat DPR
namun tidak identik
tanpa korupsi, tanpa nepotisme
idealisme yang tinggi
diantara para penuntut cita-cita
dalam keberagaman opini
namun satu dalam tujuan dan arti
--
sesaat namun bangga
walau hanya beberapa jam, dan tahun
membekas dalam hati yang luhur
semoga saja tidak luntur
dalam kepasrahan
dalam keheningan
malam, pagi, dan senja
--
ini harus terlaksana!
teriakan yang membuncah jiwa
yang mengharumkan nama mereka
bukan untuk secuil, seluruh
yang akhirnya kita sepakati
demi kemerdekaan
dalam rencana besar

No comments: