Saturday, September 27, 2008

Perjuangan Ananda : Tempuh Cita-cita

Saat ku pada seumur anak manja
"Ibu, aku ingin jadi arsitek"
seakan mata tak melihat
akan dera kerasnya cobaan itu
saat manja dulu
--
"berjuanglah nak, Ibu doakan"
obat hati tentram tak terkira
kini ku lihat itu
semua yang ku katakan
akan ku jalani
kini
--
Apa yang kau lihat?
saat matahari mulai memanaskan bumi yang dingin
akan hati-hati dan pencakar langit yang keji
apa yang kau lihat?
ketakutan dan rasa cemas
akhirnya bagai air dalam daun talas
--
aku harus berjuang
terpatri dalam jiwa yang kusut
tunduk wajahmu
ini awal berjuangan yang sengit
hingga menggigit tulang punggung
aku anandamu ibu
berjuang demi cita

No comments: