Friday, April 17, 2009

Pagi Sudah Terlambat

Beker mulai bersikeras mengetuk

bagian mata luar yang tertutup

penuh kotoran yang lengket melekat

memaksa agar mimpi tak sirna dengan kokokan ayam

namun beker berbicara pada mimpi, “sudah 7.30”

buyar, bahkan lari tak bertepi

sudah, sudahlah, ini sudah terlambat

kancing tersempal, dengan rontokan belaian rambut ini

bukan lagi pertama kali, ntah suda ke kayuh

terjepit dalam suasana memanas, tapi bukan mentari

uap-uap hitam sesak, bahkan mengaburkan pandangan

dalam antrian berebut waktu, yang tak pernah merasa

antri dalam lampu-lampu pengatur, yang tak lelah

mengatur hidup yang belum berujung, pasti sampai

tetap saja, bergumul dengan angin, tetap saja

terlambat, sudah terlambat, 8.00

-

Beker mengetuk kembali, kali ini lebih dari seribu

waktu tak pernah lari, salah siapa?

mimpi kali ini bersetubuh, dengan nyata

kenapa begitu samar, bahkan burung camar duduk

di sebelah ranjang yang mulai memutih

saat ku sadari, pagi sudah terlambat

jangan mengada-ada, pagi selalu disini

bersama untaian gemerlap mentari

jangan-jangan? aku terlambat?

hah,, kali ini, aku benar-benar terlambat

tepat di 7.30 pagi, dan tak pernah kembali

pagi ini, sudah terlambat

No comments: