Senin Siang..
panas ubun-ubun kering
rambut terpanggang, sebentar saja
kulit pun hangus, untung tidak anyir,
seperti bau neraka saja
--
Dalam nyanyian merdu angin
senandungnya picikkan mataku
debu takkalah heroik
masuk merusak mata
kucek-kucek rabun
--
Pertanda makin panas saja
masuk untuk mulai
dinginnya merayap, masuk menggelitik
bukan kulkas, mirip sih..
saatnya tiba
--
tak-tik-tak-tik
cepat sekali, sepertinya, perasaanku
ingin sekali, sekali lagi
sibuknya jari menari
tutsnya bernyanyi riang
--
Sudah saatnya kau lahir
dalam makna untaian isi kepala
sebentar lagi, molor...!?
sudah lebih-melebihi
batas waktuku.. cepat pergi...!?
--
Lahirlah kau sayang..
ungkapan hati dan peri
selamat datang,
senin siang, 11.30
Edensor, Desa Kecil Dari Andrea Hirata
-
--Mungkin bukan hal yang baru yang akan saya bawakan, sebuah ulasan tentang
tetralogi Laskar Pelangi. Namun, hal unik yang perlu saya tekankan adalah,
bahw...
16 years ago


No comments:
Post a Comment