Tuesday, October 28, 2008

Ujianku, Banyak loh..

Pertama memang terlihat menarik
kutarik-tarik, malah runyam
saat di urai, malah terburai
saat ku jahit, malah ku bersedih
--
ini ujianku, saat apa?
saat aku delapan belas, kau tujuh belas
saat soal itu tiba, ugghh..
seperti jarum dalam perutku, atau otak yang perih mau pecah,
--
Nmun, ujian juga tak berakhir, saatnya tiba
berakhir, pasti, nanti, kapan?
Saat yang sudah dinanti, di kematian,
hahaha

Friday, October 24, 2008

Senyum, Jangan Tersenyum!

Dia disana
aku juga ada disni, dan disana juga
aku juga ada di balik jaket itu
atau di balik kasir toko
--
Sayangnya aku bukanlah aku
saat sebagian saudaraku seperti mereka
di balik dentuman benda tajam
merogoh ruangan yang penuh denyut kehidupan
--
Tapi aku ada, saat TV itu menyala
Atau dalam koran bola kemenangan
bukan lagi dalam bentuk rasa syukur
yang ada hanya sesaat
--
Aku rindu semuanya
agar semuanya memilikiku
tapi ku tak bisa memaksa, jika saja
kehendak Allah tidak demikian
--
Aku berdoa, agar
aku ada dalam
setiap insan, dan dengan tulus syukur
bukan sesaat yang melupakan
akan nikmat Allah,
Jangan tersenyum!

Wednesday, October 15, 2008

Bujangku Bujangan

Namanya bujang, saat 1 hari yang lalu
bukan lagi seperti dulu, hilang dalam pagi
buta dan dingin juga menangis, seperti bayi yang lahir
bujang namaku, nama hingga saat nanti
--
Kembali dari malam yang dingin, saat itu dan nanti
saat yang yang hujan berlari
dari kejaran mentari pagi
bujang melamun, padahal cucian menumpuk
--
Bujangku bujangan
memang akhirnya bujang, jangan salahkan
karna semua milik Tuhan, Allah, kembali padanya
walau bujang berjanji, dia tak menepati

Monday, October 6, 2008

Senin Siang, 11.30..!?

Senin Siang..
panas ubun-ubun kering
rambut terpanggang, sebentar saja
kulit pun hangus, untung tidak anyir,
seperti bau neraka saja
--
Dalam nyanyian merdu angin
senandungnya picikkan mataku
debu takkalah heroik
masuk merusak mata
kucek-kucek rabun
--
Pertanda makin panas saja
masuk untuk mulai
dinginnya merayap, masuk menggelitik
bukan kulkas, mirip sih..
saatnya tiba
--
tak-tik-tak-tik
cepat sekali, sepertinya, perasaanku
ingin sekali, sekali lagi
sibuknya jari menari
tutsnya bernyanyi riang
--
Sudah saatnya kau lahir
dalam makna untaian isi kepala
sebentar lagi, molor...!?
sudah lebih-melebihi
batas waktuku.. cepat pergi...!?
--
Lahirlah kau sayang..
ungkapan hati dan peri
selamat datang,
senin siang, 11.30

Friday, October 3, 2008

Indahnya Sama-sama

Bukan cerita, bukan sihir
simsalabim jadilah tawa
tidak seperti membalikkan telapak tangan
aku dalam cerita, maya, semu, dingin
ini sebuah cerita
--
Dalam tidur, mimpi indah
ulat, kepompong, kupu-kupu,
tangis, merangkak, berjalan
kemudian berlari, hilang, timbul lagi
ini sebuah cerita
--
Namun tetap satu
dalam gerakan gempita bersama
kelinci berlari dan kura-kura berjalan
sama-sama dalam keharmonisan
bagai bulan dan bumi
--
Topang-menopang agar kokoh
pohon tumbang sendiri, tidak rumput berbaris
sendiri yang malang
kokohnya berbanyak, teratur, menopang
makna indahnya kebersamaan

Thursday, October 2, 2008

Hari ke 2

Saat yang indah pertama kali
sibuknya bagai jarum jam yang berkejaran
hingga bulan pun lelah menemani
bukan saja hal yang indah
menawan mengagumkan
--
Hari ke 2
muncul tenggelam
naik dan turun lagi
seperti sudah usai saja
coba menjalaninya dengan bingung
ini kan hari ke 2?
--
Jangan dan diam
bukan untuk diterawang
untuk dimaknai, dilukis, dicatat
untuk pengingat sikap
ini kan sudah hari ke 2?
besok berakhir
seperti biasa
--
Semoga saja semoga saja
ibu kembali hadir
ayah kembali tersenyum
dalam pelupuk mata mimpi
yang kan hadir dan menemani
tahun depan, tahun kemenangan kembali
ini sudah hari ke 2...

Wednesday, October 1, 2008

Mohon Maaf Lahir Bathin ya..

Takbir berkumandang, terus menyala
saat malam semakin tidur
hingga shubuh terbangun
untuk menunaikan sujud nan suci
--
pagi telah nampak
mengibaskan hangatnya dan eloknya cahaya
bagai ikut menyambut kesucian hari
saat fitri yang tlah dinanti
--
saatnya tiba, ribuan datang
berbondong dari segala urusan
putih-putih, bersih-bersih
turut menjadi satu dalam ritme yang sama
di tempat Allah yang megah
--
Selamat idul Fitri!
sungkem pada yang tercinta
ampun pada yang maha kuasa
semoga saja ku bertemu lagi
kembali di hari suci nan fitri
Selamat Idul Fitri